Inilah Beberapa Masalah Pokok Pertanian di Indonesia Sehingga Terus Merugi

Friday, September 30th 2016. | Business

Indonesia dikenal dengan istilah Tanah Surga dimana kesuburan tanahnya sudah tidak diragukan lagi. Tak peduli apapun tanamannya, semuanya dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Hanya saja, apa yang telah kita ketahui bersama tersebut, tak sesuai dengan fakta di lapangan dimana para petani kita saat ini cenderung merugi. Pertanyaannya, kenapa para petani yang bergerak di sektor pertanian tidak bisa sukses alias terus merugi?

petaniDalam sebuah rilis resmi pihak kementerian pada tahun 2015 yang lalu, diketahui bahwa faktanya ada sekitar 500 ribu rumah tangga yang beralih profesi setiap tahunnya yang awalnya bergerak di sektor pertanian dan menjadi petani berganti profesi dan berganti profesi dengan bekerja di bidang lainnya.

Tentu hal ini menjadi tanda tanya besar, kenapa bisa terjadi. Namun tentunya ada masalah di balik semua itu. Dan dalam postingan ini setidaknya akan diungkap beberapa masalah pokok dari ketidakmampuan para petani untuk bisa sukses dalam usahanya. Berikut uraiannya :

Kerusakan Infrasktruktur

Kerusakan dan kurangnya infrasktruktur merupakan salah satu masalah pokok dalam berbagai bidang usaha yang ada di Indonesia, termasuk diantaranya adalah pertanian. Kerusakan infrastruktur yang terjadi di sektor pertanian sendiri terdapat pada jaringan irigasi yang baik mereka. Diketahui bahwa 52 persen jaringan irigasi di Indonesia telah rusak. Hal ini berdampak pada kurangnya lahan pertanian yang dapat digarap.

Penyediaan Benih

Pada tahun 2014 yang lalu, para petani hanya disediakan benih lokal setidaknya 20 persen dari kebutuhan yang mereka perlukan. Oleh karenanya untuk mencukupi kebutuhan mereka, benih pun harus di import dari luar negeri dengan harga yang tentunya lebih mahal dibandingkan dengan benih lokal.

Ketersediaan Pupuk

Pupuk juga merupakan salah satu penunjang kesuburan dari tanaman pertanian yang ketersediaannya kurang. Bahkan dari data di lapangan, pada tahun lalu ditemukan ada produk pupuk ilegal. Dimana produk pupuk sendiri meemiliki harga yang lebih mahal.

Tenaga Kerja Pertanian

Seperti yang dijelaskan pada bagian awal dari artikel ini, bahwa setiap tahunnnya terdapat sekitar 500ribu tenaga pertanian yang beralih profesi dengan bekerja di bidang lainnya. Data diketahui pada tahun 2013 setidaknya ada sekitar 31 juta penduduk yang bekerja di sektor pertanian. Namun hal ini berkurang ketika memasuki tahun 2014 dimana para petani hanya berjumlah 26,5 juta orang saja.

Perhiptani Belum Optimal

Terakhir, yang menjadi masalah pokok di sektor pertanian Indonesia adalah Perhiptani yang kerjanya belum optimal. Perlu adanya kesadaran dan juga pendidikan lebih lanjut bagi para pelaku perhiptani untuk berperan meningkatkan kemajuan para petani itu sendiri.

tags: ,